|
Total industri menengah Kabupaten Bone tahun 2008 terdiri dari 54 unit usaha masing-masing Industri Mie 1 unit usaha, Industri Es Batu 9 unit usaha, Industri Penggilingan Padi 32 unit usaha, Industri Kosist dari kayu 7 unit usaha, Industri Meubel Kayu 1 unit usaha, Industri Percetakan/ Penjilidan & Fotocopy 3 unit usaha dan Industri Plastik 1 unit usaha. Total produksi Industri menengah mencapai Rp. 25.250.195.000 dengan total nilai investasi sebesar Rp. 16.956.508.000 dan menyerap tenaga kerja sebanyak 247 orang.
Industri Mie Jumlah unit usaha Industri Mie di Kabupaten Bone pada tahun 2008 sebanyak 1 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 58 orang. Total produksi mencapai Rp. 942.500.000 dengan nilai investasi sebesar Rp. 383.618.000. Peluang pasar untuk industri ini cukup besar meliputi pasar regional, pasar nasional bahkan pasar internasional. Perubahan pada permintaaan akhir produk industri ini akan mempengaruhi permintaan pada industri hulu ( industri tepun terigu , industri yang memproduksi alat produksi industri mie) dan industri hilir (pedagang besar, pedagang perantara dan pedagang eceran). Industri Es Batu Jumlah unit usaha Industri ES Batu di Kabupaten Bone pada tahun 2008 sebanyak 9 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 61 orang. Total produksi mencapai Rp. 2.787.500.000 dengan nilai investasi sebesar Rp. 3.214.900.000. Peluang pasar untuk industri ini adalah pasar dalam Kabupaten untuk memenuhi kebutuhan industri pembekuan udang, ikan dan kepiting dan juga kebutuhan restoran dan rumahtangga. Industri Penggilingan Padi Jumlah unit usaha Industri Penggilingan Padi di Kabupaten Bone pada tahun 2008 sebanyak 32 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 32 orang. Total produksi mencapai Rp. 17.770.500.000 dengan nilai investasi sebesar Rp. 9.973.630.000. Industri Konstruksi dari Kayu Jumlah unit usaha Industri Konstruksi dari Kayu di Kabupaten Bone pada tahun 2008 sebanyak 7 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 55 orang. Total produksi mencapai Rp 2.358.100.000 dengan nilai investasi sebesar Rp. 1.928.470.000. Peluang pasar untuk industri ini cukup luas baik pada pasar dalam kabupaten, pasar regional dan pasar nasional terutama untuk memenuhi kebutuhan konstruksi bangunan. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tinkat kesulitan yang tidak terlalu tinggi yaitu dari diperoleh dari dalam kabupaten.
Industri Meubel Kayu Jumlah unit usaha Industri Meubel Kayu di Kabupaten Bone pada tahun 2008 sebanyak 1 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 8 orang. Total produksi mencapai Rp. 279.600.000 dengan nilai investasi sebesar Rp. 203.200.000. Peluang pasar untuk industri ini adalah pasar regional, pasar nasional dan pasar mancanegara utnuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan kantor. Ketrsediaan bahan baku menunjukkan kemudahan karena diperoleh dari dalam kabupaten. Industri Percetakan/Penjilidan dan Foto Copy Jumlah unit usaha Industri Percetakan/Penjilidan dan Foto Copy di Kabupaten Bone pada tahun 2008 sebanyak 3 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 21 orang. Total produksi mencapai Rp. 505.075.000 dengan nilai investasi sebesar Rp. 916.190.000. Peluang pasar untuk industri ini pada pasar lokal, pasar regional bahkan pasar nasional namun hal ini harus diimbangi dengan kemampuan menerobos pasar mengingat usaha tersebut mempunyai pesaing yang banyak di seluruh Indonesia dengan kuantitas dan kualitas pelayanan dan produk yang bersaing di pasar nasional. Ketrsediaan bahan baku untuk industri ini menun jukkan tingkat kesulitan sedang, sebagian besar bahan baku dari dalam negeri dan sebagian dari luar negeri terutama untuk peralatan mesin. Industri Plastik Jumlah unit usaha Industri Plastik di Kabupaten Bone pada tahun 2008 sebanyak 1 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 12 orang. Total produksi mencapai Rp. 606.920.000 dengan nilai investasi sebesar Rp. 336.500.000. Peluang pasar untuk industri plastik cukup luas terutama untuk memenuhi permintaan rumah tangga dan dunia usaha tertentu bukan hanya pada pasar lokal tetapi juga pada pasar regional dan pasar nasional, namun yang harus utnuk memasuki pasar nasional mutu produk harus tingkatkan agar dapat bersaing dengan industri yang sama dari berbagai provinsi di Indonesia.
|