|
Total Industri Kecil Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 5.084 unit. Industri kecil Kabupaten Bone menyerap tenaga kerja 16.005. Total produksi Industri Kecil mencapai Rp. 134.805.690.000 dengan total nilai investasi sebesar Rp. 86.973.742.000 dan menyerap tenaga kerja sebanyak 16.005 orang.
Industri Pengolahan Daging (Bakso Abon) Jumlah unit usaha Industri Pengolahan Daging Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 2 unit usaha Formal. Industri ini mempekerjakan 8 orang tenaga kerja. Investasi yang dilakukan sebesar Rp. 92.220.000. Total produksi mencapai Rp. 211.000.000. Peluang pasar untuk industri pengolahan daging (Bakso, Abon) cukup luas yaitu pada pasar lokal, regional, nasional dan pasar internasional terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, restoran dan industri makanan lainnya sebagai pelengkap dan dapat dipasarkan pada pasar tradisonal maupun di Super market, mini market, mall dan toko-toko, Namun untuk menerobos pasar nasionbal maupun pasar internasional skala produksi dan mutu produk harus ditingkatkan agar dapat bersaing dengan industri dari provinsi lain yang menghasilkan produk yang sama. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan yang rendah karena semua bahan diperoleh dari pasar lokal dan pasar regional. Industri Penggaraman/Pengeringan Ikan (ikan asing/Ikan Kering) Jumlah unit usaha Industri Penggaraman/Pengeringan (Ikan Asing/Ikan Kering) Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 3 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 77 orang. Total nilai investasi yang dilakukan pada industri ini sebesar Rp. 97.555.000. Total produksi yang dicapai sebesar Rp. 724.448.000. Peluang pasar untuk industri ini pada pasar lokal, regional, nasional bahkan di seluruh nusantara untuk keperluan rumah tangga, restoran tertentu dan industri pengolahan selanjutnya namun untuk memasuki pasar nasional perlu diperhatikan mutu produk harus memenuhi standar kesehatan baik komposisi bahan maupun jangka waktu pengeringan dan penyimpanan. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan yang rendah karena semua bahan diperoleh dari sumberdaya lokal.
Industri Pengasapan Ikan dan Biota Perairan Lainnya (Ikan Asap) Jumlah unit usaha Industri Pengasapan Ikan dan Biota Lainnya (Ikan asap) Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 101 unit usaha dan mempekerjakan 210 orang tenaga kerja. Investasi yang dilakukan dari 101 unit usaha tersebut sebesar Rp. 5.950.000. Total produksi mencapai Rp. 429.178.000. Daya penetrasi pasar untuk industri ini hingga saat ini masih terbatas pada pasar lokal dan pasar regional namun tidak menutup kemungkinan untuk memasuki pasar nasional untuk memenuhi permintaan rumah tangga, restoran tertentu dan industri pengolahan selanjutnya. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan yang rendah karena semua bahan diperoleh dari sumberdaya lokal. Industri Pembekuan Ikan dan Biota Perairan Lainnya Jumlah unit usaha Industri Pembekuan Ikan dan Biota Perairan Lainnya Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 5 unit usaha dan mempekerjakan 709 orang tenaga kerja. Investasi yang dilakukan dari 5 unit usaha tersebut sebesar Rp. 30.879.215.000. Total produksi mencapai Rp. 11.503.000.000. Industri Pengolahan Ikan dan Biota Perairan Lainnya (Tepung, Ikan Abon Kepiting) Jumlah unit usaha Industri Pengolahan Ikan dan Biota Lainnya Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 25 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 134 orang. Total investasi yang dilakukan pada industri ini sebesar Rp. 317.909. Total produksi yang dicapai sebesar Rp. 1.374.138.000. Peluang pasar untuk industri pengolahan ikan dan biota perairan lainnya (tepung ikan, abon kepiting) cukup luas yaitu pada pasar lokal, regional, nasional dan pasar internasional terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, restoran dan industri makanan lainnya sebagai pelengkap dan dapat dipasarkan pada pasar tradisonal maupun di Super market, mini market, mall dan toko-toko, Namun untuk menerobos pasar nasionbal maupun pasar internasional skala produksi dan mutu produk harus ditingkatkan agar dapat bersaing dengan industri dari provinsi lain yang menghasilkan produk yang sama. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan yang rendah karena semua bahan diperoleh dari pasar lokal dan pasar regional. Industri Minyak Goreng dari Kelapa Jumlah unit usaha Industri Minyak Goreng dari Kelapa Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 327 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 819 orang. Total investasi yang dilakukan sebesar Rp. Rp. 464.740.000. Total produksi yang dicapai sebesar Rp. 464.740.000. Peluang pasar untuk industri minyak goreng dari kelapa sangat luas untuk memenuhi permintaan pasar baik untuk rumah tangga maupun restoran, dan industri makanan pada pasar lokal, regional,nasional bahkan internasional. Namun untuk menerobos pasar nasional dan pasar internasional skala produksi harus ditingkatkan dan yang tak kalah pentingnya adalah mutu produk harus memenuhi standar mutu nasional maupun standar mutu internasional. Industri Penggilingan Padi Jumlah unit usaha Industri Penggilingan Padi Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 253 unit usaha dan mempekerjakan 253 orang tenaga kerja. Investasi yang dilakukan dari 253 unit usaha tersebut sebesar Rp. 27.158.293.000. Total produksi mencapai Rp. 54.248.320.000. Industri Kopra Jumlah unit usaha Industri Kopra Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 2 unit usaha dan mempekerjakan 29 orang tenaga kerja. Investasi yang dilakukan dari 2 unit usaha tersebut sebesar Rp. 188.790.000. Total produksi mencapai Rp. 906.300.000. Peluang pasar untuk industri kopra mempunyai peluang pasar yang cukup luas yaitu pada pasar lokal, regional, nasional dan pasar internasional terutama untuk memenuhi kebutuhan industri pengolahan kopra menjadi produk lain di dalam maupun di luar negeri. Daya penetrasi pasar pun untuk produk ini cukup besar bukan hanya mampu menerobos pasar nasional tetapi juga pasar internasional. Industri ini memepunyai kaitan industri hulu hilir yang panjang mulai dari petani pekebun kelapa yang industri hulunya adalah usaha pembibitan dan industri pupuk , industri kopra, pedagang pengumpul dan pedagang besar, industri pengolahan kopra menjadi produk lain, pedagang besar hasil olahan kopra, pedagang perantara dan pedagang eceran. Industri ini menyerap tenaga kerja yang banyak mulai dari industri kopra itu sendiri dan kaitannya dengan tenaga kerja pada industi hulu dan hilirnya. Ketersediaan bahan baku pun tidak sulit karena semua bahan untuk memproduksi kopra di peroleh dari sumber daya lokal. Industri Makanan Ternak Jumlah unit usaha Industri Makanan Ternak Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 2 unit dan mempekerjakan 22 orang tenaga kerja. Investasi yang dilakukan dari 2 unit usaha tersebut sebesar Rp. 34.975.000. Total produksi mencapai Rp. 104.400.000. Daya penetrasi pasar untuk industri makanan ternak hingga saat ini masih terbatas pada pasar lokal dan pasar regional namun tidak menutup kemungkinan untuk memasuki pasar nasional untuk memenuhi kebutuhan usaha peternakan. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan yang rendah karena semua bahan diperoleh dari sumberdaya lokal.
Industri Pemeliharaan Kendaraan Roda Dua dan Tiga (Servis Motor) Jumlah unit usaha Industri Pemeliharaan Kendaraan Roda dua dan tiga (Servis Motor) Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 57 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 57 orang. Total nilai investasi yang dilakukan pada industri ini sebesar Rp. 3.034.170.000. Total produksi yang dicapai sebesar Rp. 1.358.894.000. Kemampuan menerobos pasar pada industri pemeliharaan kendaraan roda dua dan roda tiga ( servis motor) terbatas pada pasar lokal dan pasar regional. Ketersediaan bahan baku untuk industri ini menunjukkan tingkat kesulitan yang rendah, bahan baku diperoleh dari dalam negeri dan luar negeri namun semua dapat diperoleh pada pasar regional. Industri Perabotan Rumah/Kantor dari Logam Jumlah unit usaha Industri Perabotan Rumah/Kantor dari logam Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 18 unit usaha dan mempekerjakan 179 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 18 unit usaha tersebut sebesar Rp. 1.358.894.000. Total produksi mencapai Rp. 3.034.170.000. Daya penetrasi pasar untuk produk ini masih terbatas pada pasar regional terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan kantor namun jika skala produksi ditingkatkan dan mutu produk juga ditingkatkan maka tidak menutup kemungkinan akan mampu menerobos pasar nasional di masa yang akan datang. Industri Barang Perhiasan dari Logam mulia Jumlah unit usaha Industri Barang Perhiasan dari Logam Mulia Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 54 unit dan mempekerjakan 135 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 54 unit usaha tersebut sebesar Rp.1.224.285.000. Total produksi mencapai Rp. 5.235.248.000. Peluang pasar untuk industri ini cukup luas meliputi pasar lokal, regional, nasional dan internasional. Namun kemampuan menorobos pasar untuk industri ini masih terbatas pada pasar lokal dan pasar regional. Jika skala produksi, mutu dan ragam model dikembangkan tidak menutup kemungkinan dapat menerobos pasar nasional maupun pasar internasional. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan sedang, bahan baku dappat diperoleh pada pasar regional. Industri Barang Perhiasan Berharga Bukan Logam Mulia (Kerajinan Kuningan) Jumlah unit usaha Industri Barang Perhiasan Berharga Bukan logam Mulia Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 52 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 429 orang. Total nilai investasi yang dilakukan pada industri ini sebesar Rp.316.471.000. Total produksi yang dicapai sebesar Rp. 1.823.332.000. Peluang pasar untuk industri ini cukup luas meliputi pasar lokal, regional, nasional dan internasional. Namun kemampuan menorobos pasar untuk industri ini masih terbatas pada pasar lokal dan pasar regional. Jika skala produksi, mutu dan ragam model dikembangkan tidak menutup kemungkinan dapat menerobos pasar nasional maupun pasar internasional. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan sedang, bahan baku dappat diperoleh pada pasar regional. Produk industri barang perhiasan berharga bukan logam mulia (kerajinan kuningan) digunakan untuk perlengkapan pengantin dan acara-acara tertentu dan merupakan bagian dari kekayaan khasanah budaya nusantara yang perlu dikembangkan dan menjadi salah satu daya tarik wisata. Industri Pemintalan Benang Sutra Jumlah unit usaha Industri Pemintalan Benang Sutra Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 18 unit dan mempekerjakan 40 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 18 unit usaha tersebut sebesar Rp. 6.850.000. Total produksi mencapai Rp. 9.300.000. Peluang pasar industri pemintalan benang sutra cukup luas meliputi pasar lokal, regional, nasional dan pasar internasional. Daya penetrasi pasar untuk industri ini masih sangat terbatas yaitu hanya pada pasar lokal saja, jika skala produksi ditingkatkan dan memenuhi standar mutu nasional dan internasional kemungkinan dapat menerobos pasar regional, pasar nasional dan pasar internasional. Produk industri ini menjadi bahan baku pada industri sarung sutra dan kain sutra untuk berbagai keperluan busana yang merupakan ciri khas kain/sarung dari sulawesi selatan yang juga merupakan bagian dari kekayaan khasanah budaya nusantara yang perlu dikembangkan dan menjadi salah satu daya tarik wisata. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan yang rendah, sebagian besar bahan baku dapat diperoleh pada pasar regional. Industri Pertenunan (Sarung, Kain dan Baju Bodo) Jumlah unit usaha Industri Pertenunan (Sarung, Kain dan Baju Bodo) Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 635 unit dan mempekerjakan 1.291 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 635 unit usaha tersebut sebesar Rp. 177.145.000. Total produksi mencapai Rp. 111.364.000. Peluang pasar industri pertenunan (sarung, kain dan baju bodo) cukup luas meliputi pasar lokal, regional, nasional dan pasar internasional. Daya penetrasi pasar untuk industri ini masih sangat terbatas yaitu hanya pada pasar lokal dan pasar regional saja, jika skala produksi ditingkatkan dan memenuhi standar mutu nasional dan internasional kemungkinan dapat menerobos pasar regional, pasar nasional dan pasar internasional. Produk indusri ini merupakan ciri khas dari busana masyarakat sulawesi selatan yang juga merupakan bagian dari kekayaan khasanah budaya nusantara yang perlu dikembangkan dan menjadi salah satu daya tarik wisata. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan yang rendah, sebagian besar bahan baku diperoleh pada pasar regional. Industri Tekstil Jadi (Sprey Barang Sulaman) Jumlah unit usaha Industri Tekstil Jadi (Sprey Barang Sulaman) Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 24 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 54 orang. Total nilai investasi yang dilakukan pada industri ini sebesar Rp.33.750.000. Total produksi yang dicapai sebesar Rp. 93.894.000. Peluang pasar industri tekstil jadi (sprey barang sulaman) meliputi pasar lokal, regional dan nasional. Kemampuan menerobos pasar produk industri ini terbatas pada pasar regional. Jika skala produksi, mutu produk dan ragam model dapat dikembangkan kemungkinan besar dapat menerobos pasar nasional. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan yang rendah, sebagian besar bahan baku diperoleh pada pasar lojkal dan pasar regional.
Industri Tali (Tali ijuk, Pandan jala/jaring) Jumlah unit usaha Industri Tali (Tali ijuk, Pandan jal/Jaring) Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 67 unit usaha dan mempekerjakan 143 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 67 unit usaha tersebut sebesar Rp. 4.862.000. Total produksi mencapai Rp.32.389.000. Peluang pasar untuk industri tali (tali ijuk, pandan jala/jariong) adalah pasar lokal dan pasar regional terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan perikanan tangkap. Kemampuan menerobos pasar pada industri ini pada pasar regional. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat yang tidak terlalu sulit yaitu diperoleh dari sumberdaya lokal. Industri Pakaian Jadi Garmen dari Tekstil Jumlah unit usaha Industri Pakaian Jadi Garmen dari Tekstil Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 172 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 661 orang. Total nilai investasi yang dilakukan pada industri ini sebesar Rp.832.776.000. Total produksi yang dicapai sebesar Rp. 2.804.424.000. Peluang pasar industri pakaian jadi garmen dari tekstil meliputi pasar lokal, regional dan nasional. Kemampuan menerobos pasar produk industri ini terbatas pada pasar regional. Jika skala produksi, mutu produk dan ragam model dapat dikembangkan kemungkinan besar dapat menerobos pasar nasional. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan yang rendah, sebagian besar bahan baku diperoleh pada pasar lojkal dan pasar regional. Industri Kopiah/Songkok Bludru Jumlah unit usaha Industri Kopiah/Songkok Bludru Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 2 unit usaha dan mempekerjakan 18 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 2 unit usaha tersebut sebesar Rp. 305.600.000. Total produksi mencapai Rp. 105.400.000. Peluang pasar industri kopiah/songkok bludru meliputi pasar lokal, regional dan pasar nasional, produk industri ini sudah dipakai secara nasional. Namun kemampuan menerobos pasar untuk industri ini masih terbatas pada pasar regional saja namun tidak menutup kemungkinan utntuk dapat dikembang dimasa yang akan datang jika sla produksi ditingkatkan.Bahan baku untuk industri ini diperoleh dari pasar lokal/pasar regional. Industri Pengawetan Kulit/Pengeringan Jumlah unit usaha Industri Pengawetan kulit Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 1 unit usaha. Industri ini mempekerjakan 3 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 3 unit usaha tersebut sebesar Rp.40.000.000. Total produksi mencapai Rp. 25.500.000. Peluang pasar untuk industri pengawetan kulit/pengeringan meliputi pasar lokal, pasar regional dan pasar nasional terutama untuk memenuhi kebutuhan industri sepatu, tas dan ikat pinggang. Bahan baku untuk industri ini diperoleh dari pasar lokal/pasar regional. Industri Barang dari Kulit Buatan (Tas tangan dll) Jumlah unit usaha Industri Barang dari kulit buatan (Tas tangan dll) Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 1 unit usaha. Industri ini mempekerjakan 10 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari unit usaha tersebut sebesar Rp. 28.800.000. Total produksi mencapai Rp. 5.834.000.000. Peluang pasar untuk industri barang dari kulit buatan (tas tangan dan lain-lain) meliputi pasar lokal, pasar regional dan pasar nasional. Ketersediaan Bahan baku untuk industri barang dari kulit buatan (tas tangan dan lain-lain)menunjukkan tingkat kesulitan yang kecil, bahan baku diperoleh dari pasar lokal/pasar regional. Industri Daur Ulang Limbah Plastik Jumlah unit usaha Industri Daur Ulang Limbah Plastik Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 1 unit usaha. Industri ini mempekerjakan 12 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari unit usaha tersebut sebesar Rp. 336.500.000. Total produksi mencapai Rp. 606.920.000. Industri Kelengkapan Rumah Tangga Selain Kayu, Bambu, Rotan (Kasur Bantal) Jumlah unit usaha Industri Kelengkapan Rumah Tangga Selain Kayu, Bambu, Rotan (Kasur bantal) Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 92 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 631 orang. Total nilai investasi yang dilakukan pada industri ini sebesar Rp. 69.541.000. Total produksi yang dicapai sebesar Rp. 901.080.000. Daya penetrasi pasar untuk produk industri kelengkapan rumah tangga selain kayu, bambu, rotan (kasur dan bantal) ini masih terbatas pada pasar regional terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga namun jika skala produksi ditingkatkan maka tidak menutup kemungkinan akan mampu menerobos pasar nasional di masa yang akan datang. Industri Alat Olahraga(Shuttle Cooks) Jumlah unit usaha Industri Olahraga (Shuttle Cooks) Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 3 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 14 orang. Total nilai investasi yang dilakukan pada industri ini sebesar Rp.13.685.000. Total produksi yang dicapai sebesar Rp. 31.950.000. Peluang pasar untuk industri olah raga cukup luas meliputi pasar lokal, pasar regional, pasar nasional, namun daya penetrasi pasar untuk produk industri ini masih terbatas pada pasar regional, peluang untuk menerobos pasar nasional cukup besar mengingat olahraga sudah menjadi hobby pada seluruh lapisan masyarakat diseluruh nusantara bahkan masyarakat dunia sekalipun. Namun untuk menerobos pasar nasional skala produksi harus ditingkatkan dan mutu produk harus memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan agar tetap aman untuk kesehatan. Industri Roti, Kue Kering dan sejenisnya Jumlah unit usaha Industri Roti, Kue Kering dan sejenisnya Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 5 unit usaha dan mempekerjakan 31 orang tenaga kerja. Investasi sebesar Rp. 142.690.000. Total produksi mencapai Rp. 358.700.000. Peluang pasar untuk industri roti, kue kering dan sejenisnya cukup luas yaitu pada pasar lokal, regional, nasional dan pasar internasional terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan restoran dan dapat dipasarkan pada pasar tradisonal maupun di Super market, mini market, mall dan toko-toko, Namun untuk menerobos pasar nasional maupun pasar internasional skala produksi dan mutu produk harus ditingkatkan agar dapat bersaing dengan industri dari provinsi lain yang menghasilkan produk yang sama. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan yang tidak terlalu sulit, sebagian besar bahan baku diperoleh dari sumberdaya lokal dan sebagian bahan baku berupa peralatan diperoleh dari luar negeri namun dapat pula ditemukan pada pasar regional dan pasar nasional.
Industri Gula Merah Jumlah unit usaha Industri Gula Merah Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 1.340 unit usaha dan mempekerjakan 3.243 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 1.340 unit usaha tersebut sebesar Rp. 114.500.000. Total produksi mencapai Rp. 564.007.000 . Daya penetrasi pasar untuk industri gula merah hingga saat ini masih terbatas pada pasar lokal dan pasar regional namun tidak menutup kemungkinan untuk memasuki pasar nasional untuk memenuhi permintaan rumah tangga, restoran tertentu dan industri makanan (kue kering dan kue basah). Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan yang rendah karena semua bahan diperoleh dari sumberdaya lokal. Industri Sirop Jumlah unit usaha Industri Sirop Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 1 unit usaha. Industri ini mempekerjakan 2 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan sebesar Rp. 4.140.000. Total produksi mencapai Rp. 14.400.000. Peluang pasar untuk industri sirop meliputi pasar lokal dan pasar regional namun tidak menutup kemungkinan untuk menerobos pasar nasional jika skala produksi ditingkatkan dan yang tak kalah pentingnya adalah produk industri sirop harus memenuhi standar mutu.
Industri Mie Jumlah unit usaha Industri Mie Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 5 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 32 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan sebesar Rp. 172.798.000. Total produksi mencapai Rp. 439.460.000. Peluang pasar untuk industri mie cukup luas yaitu pada pasar lokal, regional, nasional dan pasar internasional terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan restoran dan dapat dipasarkan pada pasar tradisonal maupun di Supermarket, mini market, mall dan toko-toko, Namun untuk menerobos pasar nasionbal maupun pasar internasional skala produksi dan mutu produk harus ditingkatkan agar dapat bersaing dengan industri dari provinsi lain yang menghasilkan produk yang sama. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan yang tidak terlalu sulit, sebagian besar bahan baku diperoleh dari sumberdaya lokal dan sebagian bahan baku berupa peralatan diperoleh dari luar negeri namun dapat pula ditemukan pada pasar regional dan pasar nasional. Industri Pengolahan Kopi Jumlah unit usaha Industri Kopi Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 1 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 5 orang tenaga kerja. Investasi yang dilakukan sebesar Rp. 13.920.000. Total produksi mencapai Rp. 31.500.000. Daya penetrasi pasar untuk industri pengolahan kopi hingga saat ini masih terbatas pada pasar lokal dan pasar regional namun tidak menutup kemungkinan untuk memasuki pasar nasional bahkan jika skala produksi ditingkatkan dan memenuhi standar mutu internasional maka produk industri ini dapat dipasarkan pada pasar internasional untuk memenuhi permintaan rumah tangga, restoran di dalam maupun di luar negeri. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan relatif sedang karena. Sebagian besar bahan baku diperoleh dari sumberdaya lokal dan peralatan tersedia pada pasar nasional maupun pasar regional. Industri Es Batu Jumlah unit usaha Industri Es Batu Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 4 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 25 orang tenaga kerja. Investasi yang dilakukan sebesar Rp. 387.880.000. Total produksi mencapai Rp. 350.500.000. Industri Kecap Jumlah unit usaha Industri Kecap Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 2 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 7 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan sebesar Rp. 13.186.000. Total produksi mencapai Rp. 32.447.000. Peluang pasar untuk industri kecap cukup luas yaitu pada pasar lokal, regional, nasional dan pasar internasional terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan restoran dan dapat dipasarkan pada pasar tradisonal maupun di Supermarket, mini market, mall dan toko-toko, Namun untuk menerobos pasar nasional maupun pasar internasional skala produksi dan mutu produk harus ditingkatkan agar dapat bersaing dengan industri dari provinsi lain yang menghasilkan produk yang sama. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan yang tidak terlalu sulit, sebagian besar bahan baku diperoleh dari sumberdaya lokal dan sebagian bahan baku berupa peralatan dapat diperoleh pada pasar regional dan pasar nasional. Industri Tahu,Tempe Jumlah unit usaha Industri Tahu dan Tempe Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 7 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 21 orang. Total nilai investasi yang dilakukan pada industri ini sebesar Rp. 70.910.000. Total produksi yang dicapai sebesar Rp. 187.000.000. Peluang pasar untuk industri kecap meliputi pasar lokal dan pasar regional terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan restoran dan dapat dipasarkan pada pasar tradisonal. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan yang rendah karena semua bahan baku diperoleh dari sumberdaya lokal. Industri Kerupuk Jumlah unit usaha Industri Kerupuk Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 2 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 13 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 2 unit usaha tersebut sebesar Rp. 90.830.000. Total produksi mencapai Rp. 110.000.000. Peluang pasar untuk industri kerupuk meliputi pasar lokal dan pasar regional terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan restoran dan dapat dipasarkan pada pasar tradisonal. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan yang rendah karena semua bahan baku diperoleh dari sumberdaya lokal. Industri Garam Beryodium Jumlah unit usaha Industri Garam Beryodium Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 4 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 8 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 4 unit usaha tersebut sebesar Rp. 24.980.000. Total produksi mencapai Rp. 78.100.000. Peluang pasar untuk industri garam beryodium cukup luas yaitu pada pasar lokal, regional, nasional dan pasar internasional terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan restoran dan dapat dipasarkan pada pasar tradisonal maupun di Supermarket, mini market, mall dan toko-toko, Namun untuk menerobos pasar nasional maupun pasar internasional skala produksi dan mutu produk harus ditingkatkan agar dapat bersaing dengan industri dari provinsi lain yang menghasilkan produk yang sama. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan yang tidak terlalu sulit, sebagian besar bahan baku diperoleh dari sumberdaya lokal dan sebagian bahan baku berupa peralatan dapat diperoleh pada pasar regional dan pasar nasional. Industri Minuman Ringan (Cream Soda/Air Minum Isi Ulang) Jumlah unit usaha Industri Minuman ringan (Cream soda/Air Minum Isi Ulang) Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 22 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 72 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 22 unit usaha tersebut sebesar Rp. 1.319.080.000. Total produksi mencapai Rp. 1.203.354. Peluang pasar untuk industri minuman ringan (cream soda/air minum isi ulang) cukup luas yaitu pada pasar lokal, regional, nasional dan pasar internasional terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan restoran dan dapat dipasarkan pada pasar tradisonal maupun di Super market, mini market, mall dan toko-toko, Namun untuk menerobos pasar nasional maupun pasar internasional skala produksi dan mutu produk harus ditingkatkan agar dapat bersaing dengan industri dari provinsi lain yang menghasilkan produk yang sama. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan yang tidak terlalu sulit, sebagian besar bahan baku diperoleh dari sumberdaya lokal dan sebagian bahan baku berupa peralatan dapat diperoleh pada pasar regional dan pasar nasional. Industri Pengolahan Tembakau (Tembakau Tabung) Jumlah unit usaha Industri Pengolahan Tembakau Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 84 unit usaha non formal. Industri ini mempekerjakan 620 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 84 unit usaha tersebut sebesar Rp. 43.213.000. Total produksi mencapai Rp. 433.148.000. Kemampuan menerobos pasar industri pengolahan tembakau (tembakau tabung) terbatas pada pasar regional namun jika skala produksi ditingkatkan dan mutu memenuhi standar mutu, industri ini dapat menerobos pasar nasional maupun pasar internasional terutama untuk memenuhi kebutuhan industri rokok kretek. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan yang rendah karena semua bahan baku diperoleh dari sumberdaya lokal. Industri Penggergajian Kayu (Kayu Bangunan) Jumlah unit usaha Penggergajian Kayu Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 7 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 34 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 7 unit usaha tersebut sebesar Rp. 32.888.000. Total produksi mencapai Rp. 250.505.000. Produk dari hasil penggergajian kayu mempunyai peluang pasar yang terbatas pada pasar lokal. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat kesulitan yang rendah karena semua bahan baku diperoleh dari sumberdaya lokal.
Industri Konstruksi dari Kayu Jumlah unit usaha Industri Konstruksi dari Kayu Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 69 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 280 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 69 unit usaha tersebut sebesar Rp. 4.644.992. Total produksi mencapai Rp. 11.734.150. Peluang pasar untuk industri ini cukup luas baik pada pasar dalam kabupaten, pasar regional dan pasar nasional terutama untuk memenuhi kebutuhan konstruksi bangunan. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tinkat kesulitan yang tidak terlalu tinggi yaitu dari diperoleh dari dalam kabupaten. Industri Anyaman dari Rotan dan Bambu Jumlah unit usaha Industri Anyaman dari Rotan dan bambu Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 57 unit usaha non formal. Industri ini mempekerjakan 171 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 57 unit usaha tersebut sebesar Rp.6.275.000. Total produksi mencapai Rp. 31.350.000. Peluang pasar untuk industri anyaman dari rotan dan bambu meliputi pasar lokal, pasar regional, pasar nasional bahkan jika skala produksi dapat ditingkatkan dan mutu produk bersaing maka dapat menerobos pasar internasional. Produk dari industri ini berupa perlengkapan rumah tangga seperti kursi, meja, tatakan piring, kipas, keranjang buah, vas bunga dan lain-lain. Industri Anyaman Serat Lontar(Songko Tobone) Jumlah unit usaha Industri Anyaman Serat lontar ( Songkok To Bone) Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 147 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 300 orang. Total nilai investasi yang dilakukan pada industri ini sebesar Rp. 60.720.000. Total produksi yang dicapai sebesar Rp. 528.469.000. Daya penetrasi pasar industri ini terbatas pada pasar lokal mengingat songkok tobone ini merupakan ciri khas masyarakat Kabupaten Bone jadi lebih banyak peminatnya di dalam Kabupaten Bone sendiri. Namun tidak menutup kemungkinan produk industri ini menerobos pasar regional dan pasar nasional mengingat produk industri ini merupakan kekayaan khasanah budaya nusantara. Bahan baku semua dari sumberdaya lokal. Industri Daun Lontar dan Pandan Jumlah unit usaha Industri Daun Lontar dan Daun pandan Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 652 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 1723 orang. Total nilai investasi yang dilakukan pada industri ini sebesar Rp. 58.542.000. Total produksi yang dicapai sebesar Rp. 444.072.000. Daya penetrasi pasar industri ini masih terbatas pada pasar lokal mengingat produk industri ini merupakan ciri khas masyarakat Kabupaten Bone dan masyarakat sulawesi selatan jadi lebih banyak peminatnya di dalam Kabupaten Bone sendiri. Bahan baku semua dari sumberdaya lokal. Namun tidak menutup kemungkinan produk industri ini menerobos pasar regional dan pasar nasional mengingat produk industri ini merupakan kekayaan khasanah budaya nusantara contohnya Bodo untuk erang-erang (Tempat Leko = tempat seperangkat perlengkapan untuk pengantin wanita yang merupakan bagian dari mahar). Industri Percetakan, Penjiidan dan Foto Copy Jumlah unit usaha Industri Percetakan, Penjilidan dan Foto Copy Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 42 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 114 orang. Total nilai investasi yang dilakukan pada industri ini sebesar Rp. 1.283.910.000. Total produksi yang dicapai sebesar Rp. 1.534.484.000. Peluang pasar untuk industri ini hingga saat ini masih terbatas pada pasar lokal.
Industri Minyak Cat Jumlah unit usaha Industri Minyak cat Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 1 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 7 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 1 unit usaha tersebut sebesar Rp. 24.500.000. Total produksi mencapai Rp. 74.470.000. Peluang pasar untuk industri ini hingga saat ini masih pada pasar lokal. Industri Pupuk Jumlah unit usaha Industri Pupuk Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 17 unit usaha. Industri ini mempekerjakan 54 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 17 unit usaha tersebut sebesar Rp. 485.915.000. Total produksi mencapai Rp. 1.397.375.000. Peluang pasar untuk industri ini cukup luas dan besar mengingat kebutuhan para petani dan Petani pekebun untuk meningkatkan produksinya cukup besar pada pasar lokal, bahkan jika memenuhi standar mutu industri pupuk Kabupaten Bone dapat menerobos pasar regional dan pasar nasional mengingat struktur perekonomian Indonesia hingga saat ini masih didominasi oleh sektor pertanian. Bahkan jika skala produksi bisa ditingkatkan produk industri ini dapat menerobos pasar internasional terutama untuk negara-negara agraris lainnya di dunia. Industri Sabun Abu Gosok Jumlah unit usaha Industri Sabun Abu Gosok Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 1 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 2 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari unit usaha tersebut sebesar Rp. 7.085.000. Total produksi mencapai Rp. 13.500.000. Kemampuan menerobos pasar untuk industri ini masih terbatas pada pasar lokal saja. Bahan Baku tersedia pada pasar regional. Industri Minyak Aisim/Minyak Gosok Jumlah unit usaha Industri Minyak aisim/Minyak Gosok Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 3 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 20 orang. Total nilai investasi yang dilakukan pada industri ini sebesar Rp. 6.439.000. Total produksi yang dicapai sebesar Rp. 132.700.000. Peluang pasar untuk industri ini masih terbatas pada pasar regional namun jika skala produksi dan mutu produk ditingkatkan dan memenuhi standar mutu maka tidak menutup kemungkinamn produk ini dapat menerobos pasar nasional dimasa yang akan datang.
Industri Cuci Cetak Foto/Rekaman Jumlah unit usaha Industri Cuci foto/Rekaman Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 9 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 24 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 9 unit usaha tersebut sebesar Rp. 651.150.000. Total produksi mencapai Rp. 834.599.000. Daya terobos pasar untuk produk industri ini masih terbatas pada pasar regional. Industri Barang dari Tanah Liat Untuk Keperluan Rumah Tangga (Gerabah) Jumlah unit usaha Industri Barang dari tanah liat utnuk keperluan rumah tangga Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 55 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 186 orang. Total nilai investasi yang dilakukan pada industri ini sebesar Rp. 14.180.000. Total produksi yang dicapai sebesar Rp. 19.977.000. Daya penetrasi pasar untuk produk ini masih terbatas pada pasar regional terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga namun jika skala produksi ditingkatkan dan mutu produk juga ditingkatkan maka tidak menutup kemungkinan akan mampu menerobos pasar nasional.
Industri Batu Bata dari Tanah Liat (Batu Merah) Jumlah unit usaha Industri Batu Bata dari tanah liat Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 157 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 1199 orang. Total nilai investasi yang dilakukan pada industri ini sebesar Rp. 552.947.000. Total produksi yang dicapai sebesar Rp. 2.833.984.000. Peluang pasar untuk produk industri ini cukup luas meliputi pasar lokal, pasar regional dan pasar nasional terutama untuk memenuhi kebutuhan pembangunan gedung-gedung kantor, sekolah, pabrik dan rumah. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat yang tidak terlalu sulit karena semua bahan baku diperoleh dari dalam kabupaten. Industri Kapur Pertanian Jumlah unit usaha Industri Kapur Pertanian Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 1 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 5 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 1 unit usaha tersebut sebesar Rp. 65.000.000. Total produksi mencapai Rp. 108.000.000. Peluang pasar untuk industri ini meliputi pasar lokal dan pasar regional. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat yang tidak terlalu sulit karena semua bahan baku diperoleh dari dalam kabupaten. Industri Barang dari Semen (Tegel /Trasso, Paving Blok dan Barang Lainnya) Jumlah unit usaha Industri Barang dari semen (Tegel/Trasso, Paving Blok dan Barang Lainnya) Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 13 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 87 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 13 unit usaha tersebut sebesar Rp. 343.692.000. Total produksi mencapai Rp. 1.125.260. Peluang pasar untuk produk industri ini cukup luas meliputi pasar lokal, pasar regional dan pasar nasional terutama untuk memenuhi kebutuhan pembangunan gedung-gedung kantor, sekolah, pabrik dan rumah. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat yang tidak terlalu sulit karena semua bahan baku diperoleh dari dalam kabupaten. Industri Perabot dan Kelengkapan Rumah Tangga dari Kayu Jumlah unit usaha Industri Perabot dan Kelengkapan Rumah Tangga dari Kayu Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 237 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 932 orang. Total nilai investasi yang dilakukan pada industri ini sebesar Rp. 2.283.455.000.. Total produksi yang dicapai sebesar Rp. 7.260.546.000. Daya penetrasi pasar untuk produk ini masih terbatas pada pasar regional terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga namun jika skala produksi ditingkatkan dan mutu produk juga ditingkatkan maka tidak menutup kemungkinan akan mampu menerobos pasar nasional. Industri Barang dari Logam Konstruksi Bangunan Jumlah unit usaha Industri Barang dari logam konstruksi Bangunan Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 38 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 111 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 38 unit usaha tersebut sebesar Rp. 1.290.530.000. Total produksi mencapai Rp. 3.542.435.000. Peluang pasar untuk produk industri ini cukup luas meliputi pasar lokal, pasar regional dan pasar nasional terutama untuk memenuhi kebutuhan pembangunan gedung-gedung kantor, sekolah, pabrik dan rumah. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat yang tidak terlalu sulit karena sebagian besar bahan baku diperoleh dari dalam kabupaten.
Industri Alat Dapur Dari Logam Jumlah unit usaha Industri Alat Dapur dari Logam Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 1 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 5 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 1 unit usaha tersebut sebesar Rp. 15.390.000. Total produksi mencapai Rp. 83.740.000. Daya penetrasi pasar untuk produk ini masih terbatas pada pasar regional terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga namun jika skala produksi ditingkatkan dan mutu produk juga ditingkatkan maka tidak menutup kemungkinan akan mampu menerobos pasar nasional di masa yang akan datang. Industri Mesin Alat Pertanian ( Alsintan, Traktor dan Kincir air) Jumlah unit usaha Industri Mesin Alat Pertanian (Alsintan, Traktor dan kincir Air) Kabupaten Bone tahun 2008sebanyak 15 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 57 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 15 unit usaha tersebut sebesar Rp. 774.238.000. Total produksi mencapai Rp. 1.806.200.000. Peluang pasar untuk industri ini cukup luas dan besar mengingat kebutuhan para petani untuk meningkatkan produksinya cukup besar pada pasar lokal, bahkan jika memenuhi standar mutu industri mesin alat pertanian Kabupaten Bone dapat menerobos pasar regional dan pasar nasional mengingat struktur perekonomian Indonesia hingga saat ini masih didominasi oleh sektor pertanian. Bahkan jika skala produksi bisa ditingkatkan produk industri ini dapat menerobos pasar internasional terutama untuk negara-negara agraris lainnya di dunia. Industri Perbaiakan Alat Elektronika (Servis TV, Radio, Arloji dsb) Jumlah unit usaha Industri Perbaikan Alat Eletronika (Servis TV, Radio, Arloji dsb) Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 20 unit usaha dengan jumlah tenaga kerja 41 orang. Total nilai investasi yang dilakukan pada industri ini sebesar Rp. 151.123. Total produksi yang dicapai sebesar Rp. 912.300.000. Daya penetrasi pasar untuk industri ini masih terbatas pada pasar regional. Peralatan yang digunakan dapat diperoleh dari pasar dalam negeri maupun luar negeri. Peluang pasar untuk industri perbaikan alat eletronika (servis TV, Radio, Arloji, dan sebagainya) terbatas pada pasar lokal. Meskipun hanya pasar industri ini hanya pada pasar lokal namun cukup besar mengingat penggunaan alat eletronika masyarakat Kabupaten Bone sudah meluas pada semua lapisan masyarakat . Bahan baku diperoleh pada pasar regional. Industri Pmeliharaan Roda Empat atau Lebih (Perbengkelan) Jumlah unit usaha Industri Pemeliharaan Roda Empat atau lebih (Perbengkelan) Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 111 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 455 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 111 unit usaha tersebut sebesar Rp. 3.344.211.000. Total produksi mencapai Rp. 6.960.069.000. Daya penetrasi pasar untuk industri ini masih terbatas pada pasar regional. Peralatan yang digunakan dapat diperoleh dari pasar dalam negeri maupun luar negeri. Industri Karoseri Kendaraan Roda Empat Atau Lebih Jumlah unit usaha Industri Karoseri Kendaraan Roda empat atau lebih Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 24 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 87 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 24 unit usaha tersebut sebesar Rp. 1.033.554.000. Total produksi mencapai Rp. 1.649.145.000. Peluang pasar untuk industri karoseri kendaraan roda empat atau lebih relatif besar pada pasar lokal dan sedang pada pasar regional. Daya penetrasi pasar untuk industri ini masih terbatas pada pasar lokal dan regional. Peralatan yang digunakan dapat diperoleh dari pasar dalam negeri maupun luar negeri. Industri Kapal Atau Perahu dari Kayu Jumlah unit usaha Industri Kapal atau Perahu dari Kayu Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 9 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 78 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 9 unit usaha tersebut sebesar Rp. 122.063.000. Total produksi mencapai Rp. 871.943.000. Peluang pasar untuk industri ini adalah pasar lokal dan pasar regional terutama untuk memenuhi kebutuhan pada sektor perikanan tangkap. Kemampuan menerobos pasar pada industri kapal atau perahu dari kayu terbatas pada pasar regional. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat yang tidak terlalu sulit yaitu diperoleh dari sumberdaya lokal. Industri Perbaikan Mesin Kapal Atau Perahu. Jumlah unit usaha Industri Perbaikan Mesin Kapal atau Perahu Kabupaten Bone tahun 2008 sebanyak 4 unit usaha formal. Industri ini mempekerjakan 16 orang tenaga kerja. Besarnya nilai investasi yang dilakukan dari 4 unit usaha tersebut sebesar Rp. 299.300.000. Total produksi mencapai Rp. 708.578.000. Peluang pasar untuk industri perbaikan mesin kapal atau perahu adalah pasar lokal dan pasar regional terutama untuk memenuhi kebutuhan pada sektor perikanan tangkap. Kemampuan menerobos pasar pada industri perbaikan mesin kapal atau perahu terbatas pada pasar regional. Ketersediaan bahan baku menunjukkan tingkat yang tidak terlalu sulit yaitu diperoleh dari sumberdaya lokal.
|