Home arrow Infrastruktur arrow Sarana Penunjang Investasi
Sarana Penunjang Investasi Print E-mail

Untuk menggalakkan investasi diperlukan sarana penunjang yang akan mendorong kelancaran usaha. Di Kabupaten Bone tersedia sarana penunjang investasi yang cukup memadai yaitu Sarana dan prasarana perhubungan, Telekomunikasi, Listrik dan air, Perbankan, Hotel dan Restoran,Sarana Kesehatan dan Sarana Pendidikan. Untuk investasi yang berorientasi pada pemasaran Nasional dan ekspor di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat tersedia sarana penunjang sebagai berikut :

1.  Sarana dan prasarana perhubungan

a.    Perhubungan darat
Jalan negara dan jalan provinsi sebagian besar sudah beraspal, kondisi cukup baik dan sudah dapat menghubungkan semua ibukota kabupaten bahkan ibukota kecamatan. Sedangakn jalan Kabupaten/Kotamadya sudah menjangkau sampai ke desa-desa terpencil. Jalan kabupaten diusahakan dapat memeperlancar perhubungan sentra-sentra produksi yang ada di ibukota kacamatan dan desa pada umumnya.
b.    Perhubungan Laut
Sub-sektor perhubungan laut memperlancar pengangkutan barang (produksi) antar daerah, antar kabupaten dan antar provinsi dan menduduki peranan yang sangat strategis. Terdapat 26 buah pelabuhan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat yaitu sebgai berikut :

 

No.

Jenis Pelabuhan

Lokasi

Jumlah

1.   2.    3.

 

 

 

4.

 

5.

Samudera                          Interinsuleir                      Perintis

 

 

 

Penyeberangan

 

Khusus

Makassar                                              Pare-pare, Palopo (Luwu)                 Polmas, Gowa, Siwa, (Wajo), Belang-Belang(Mamuju), Paotere (Makassar), Pammatata (Selayar), Pangkep, Maros, Barru, Sinjai, Jenneponto dan Takalar.

Bira (Bulukumba), Pammatata (Selayar), Bajoe (Bone)

Malili Luwu (Nikkel), Biring Kassi, Pangkep (Semen)

2

 

 

 

18

 

3

 

2

c.    Perhubungan Udara
Sarana perhubungan udara Sulawesi selatan dan sulawesi barat cukup memadai. Di samping Bandar Udara Hasanuddin juga terdapat lapangan udara perintis yang dapat melayani penerbangan lokal seperti :
-  Soroako di Kabupaten Luwu (PT/INCO)
-  Masamba di Kabupaten Luwu
-  Pontiku di Kabupaten Tana Toraja
-  Tampa padang di Kabupaten Mamuju


2.  Kawasan Ekonomi Terpadu Makassar

a.    Pelabuhan Utama Ekspor (Gateway Port) Makassar
Pelabuhan Makassar diharapkan akan menjadi penunjang yang cukup penting, bukan hanya arus lalu lintas orang dan barang tetapi juga menjadi penunjang arus modal investasi.

b.    Bandar Udara Hasanuddin (Mandai)
Pada bulan Januari 1995 bandara Hasanuddin diresmikan sebagai bandara internasional, sehingga Indonesia bagian timur dapat mengembangkan investasi diberbagai sektor dan kegiatan ekspor  melalui Bandara Hasanuddin. Dan memungkinkan arus wisatawan yang meningkat, sekaligus memberikan kesempatan bgi peningktan  investasi/penanaman modal.

c.    Kawasan Industri Makassar
Kawasan Industri  Makassar (KIMA) didukung oleh dua pintu yaitu Pelabuhan  Makassar dan Bandar Udara Hasanuddin. Lokasi Kawasan Industri Makassar terletak 15 km dari pusat kota  Makassar yaitu di kelurahan Daya kecamatan Biringkanaya Kotamadya Makassar, dan arah jurusan Tol Pelabuhan Makassar dan Tol jurusan bandar Hasanuddin Mandai maros.

d.    Kawasan Berikat Maksassar
Kawasan berikat dan EPTE (Entrepot Produksi untuk Tujuan Eksport) terletak di dalam lingkungan Kawasan Industri Makassar (KIMA). Kawasan Berikat akan memungkinkan meningkatkan persinggahan kapal-kapal Samudra dari perusahaan pelayaran mengunjungi pelabuhan makassar secara tetap dan teratur untuk muatan berupa bahan dan suku cadang untuk keperluan industri dan ekspor yang berada dalam kawasan berikat tersebut.
 
Last Updated ( Wednesday, 02 April 2008 )